Gilang ingin seperti kakaknya, Kak Sita. Dia ingin menggambar seperti kak Sita. Gilang juga suka menari seperti Kak Sita. Namun Kak Sita tidak membolehkan Gilang ikut ke sanggar bersamanya. Suatu hari, Gilang menemukan sesuatu yang mengejutkan!
Membatik itu kelihatannya membosankan. Lebih asyik bermain di taman.rnTetapi... taman bermain itu ternyata ada di sini. Taman itu tersimpan rapi di dalam lemari!
Peringatan Hari Kemerdekaan RI sudah di depan mata. Seorang anak laki-laki ingin mengikuti lomba makan kerupuk. Dia berlatih tak henti-henti, memakan kerupuk secepat mungkin. Krauk! Krauk!rnBisakah dia mengalahkan teman-temannya? rnApakah dia berhasil mendapatkan hadiah?
Hari ini Widi berulang tahun dan Nenek datang untuk membuatkan kue spesial untuknya. Tapi, kenapa Nenek menyiapkan beras, kelapa, gula merah, dan daun pisang? Bahan-bahan itu untuk apa? Benarkah Nenek bisa membuatkan kue ulang tahun untuk Widi?
Hari ini Ayah pulang dari tempat kerjanya di luar negeri. Ara membayangkan Ayah harus menaiki berbagai kendaraan untuk sampai di desa mereka. Lalu, tiba-tiba terjadilah keajaiban.
Tujuan Wuri dan Rano sama: pergi ke pesta ulang tahun Ali. Wuri menawarkan untuk menuntun Rano sepanjang perjalanan. Namun, Rano yakin dia tahu jalan ke sana. Wuri tidak habis pikir, bagaimana Rano tahu jalannya?
Semua orang sibuk mempersiapkan kelahiran adik bayi. Mbah meminta Slamet menjaga jarik yang disiapkan untuk adik. Slamet bosan. Dia mulai bermain dengan jarik-jarik itu, dan..... oh, tidak! Jarik itu robek! Apa kata Mbah nanti?rnApa yang akan dilakukan Slamet?
Marian called it Roxaboxen. There across the road, it looked like any rocky hill—nothing but sand and rocks, and some old wooden boxes. But it was a special place. And all children needed to go there was a long stick and a soaring imagination.rnrn“A celebration of the transforming magic of the imagination. An original.” —ALA Booklist